wc-multivendor-marketplace domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/n1579700/public_html/disbud.clone.my.id/wp-includes/functions.php on line 6260
Pada abad ke – 20 dibuat sebuah bangunan di Jl. Kenari 2 no.15 oleh orang berkebangsaan Belanda bernama Meneer De Hass untuk difungsikan sebagai gudang penyimpanan buah – buahan dan tempat pemotongan hewan yang diimport dari Australia, yang dimana hasilnya itu untuk dikirimkan ke instansi – instansi Belanda di Batavia dan perumahan mewah di Batavia. Pada 1927 M.H Thamrin membeli gedung ini dan dihibahkan kepada organisasi kemasyarakatan, politik dan pendidikan, gedung ini dibeli oleh M.H Thamrin menurut catatan Direktorat Agraria DKI Jakarta, bangunan dan tanah tersebut berasal dari perponding No. 14720, berdasarkan surat ukur tanggal 13 Juli 1907 no. 236, tanah seluas 3.600 meter persegi dan bangunan diatasnya itu dibeli dengan surat hak tanah tertanggal 12 Maret 1929 No. 336. Kemudian dirombak menjadi balai pertemuan.
Pada jaman tersebut gedung ini lebih dikenal dengan sebutan gedung permufakatan karna di gedung ini sering dijadikan tempat perkumpulan – perkumpulan organisasi kemasyarakatan, juga para tokoh tokoh nasional dalam mengadakan rapat dalam menuju kemerdekaan. Dan pada tahun 1936 diadakan Kongres Rakyat Indonesia 1 di gedung ini yang banyak dihadiri oleh para tokoh – tokoh kongres dari seluruh nusantara.Gedung ini juga menjadi saksi terbuatnya lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya oleh W.R Supratman diiringi biola tanpa vocal pada tanggal 29Oktober 1928, dan sempat menjadi tempat pendidikan dimana Ki Hajar Dewantara pernah mengajar di gedung ini dan Ismail Marzuki pernah belajar digedung ini.
Pada tanggal 11 Januari 1986 oleh Gubernur DKI Jakarta R. Soeprapto meresmikan Gedung ini menjadi Museum M.H Thamrin, dan dijadikan salah satu cagar budaya serta di berikan nya patung seluruh badan menggambarkan sosok MH. Thamrin yang sedang melangkah membawa buku dengan jari yang menunjuk kedepan dan diresmikan pada tahun 1987.
Koleksi Memorabilia, Lukisan, Patung, Diorama, Alat musik, Foto Koleksi Mohammad Husni Thamrin, dan Foto Jakarta Tempo Dulu. Jumlah koleksi 252 buah
Pemandu Wisata 2 bahasa, Brosur, Buku dan Kaset tetang sosok Mohammad Husni Thamrin, untuk rombongan sekolah, Plaza Museum.
Area Parkir, Tempat Penitipan Barang, Tempat Ibadah (Musholah), Toilet, Perpustakaan, Tempat Evakuasi dan Ruang Audio visual.
Fakultas Kedokteran UI, Mesjid Kramat Kwitang, Museum Kebangkitan dan Museum Sumpah Pemuda