wc-multivendor-marketplace domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/n1579700/public_html/disbud.clone.my.id/wp-includes/functions.php on line 6260
Dibangun pada abad 19, oleh para pengikut pangeran Ahmad Djaketra. Masjid ini terdiri atas dua lantai. Bagian depan merupakan pintu masuk dan juga tempat wudhu disebelah kanan dan kirinya. Bagian depan masjid merupakan aula besar yang biasanya akan digunakan sebagai tempat sholat Jum’at.
Bangunan yang masih asli: Ruangan utama masjid aslinya berukuran 10×10 meter dengan empat tiang utama (sokoguru) berbentuk persegi dari kayu jati, yang saat ini ditopang oleh balok semen untuk memperkokohnya. Dinding masjid yang masih asli adalah sisi utara, barat, dan selatan, sedangkan sisi timur dirombak untuk perluasan masjid. Atap masjid yang asli berbentuk limasan tunggal dengan hiasan mustoko berbahan tanah liat bakar, sedangkan ruang induk tambahan beratap limasan tumpang tiga dengan ujung atap pertama bentuknya agak melengkung ke atas seperti pada bangunan rumah Tionghoa. Mimbar berbentuk seperti kursi dengan tiga anak tangga berukuran 2,60×1,50×2,40 meter, yang terletak di sisi barat.
Mading, Kran Air langsung di minum, Pendingin minuman
Tempat penitipan barang, Toilet
Makam Pangeran Jayakarta, Makam Sanghyang